News

Tahanan Kasus Narkoba di Polres Bangka Jadi Mualaf, Bagaimana Prosesnya?

Avatar of redaksi
0
×

Tahanan Kasus Narkoba di Polres Bangka Jadi Mualaf, Bagaimana Prosesnya?

Sebarkan artikel ini
IMG 20221224 WA0024

Bangka, RADENMEDIA.ID – Juniarto Als Rian tahanan kasus narkotika yang masih mendekam di sel tahanan Polres Bangka kini menjadi mualaf. Rian telah mengucapkan dua kalimat syahadat di Masjid Al Inda Polres Bangka, Jumat 23 Desember kemarin.

Dengan Dibimbing oleh Ustadz haji Padri Musa disaksikan oleh Kapolres Bangka AKBP Indra Kurniawan serta Personil Polres Bangka dan masyarakat sekitar Polres Bangka Ria telah bersyahadat.

Saat bersyahadat, Rian sempat kurang fasih namun dengan bimbingan Ustadz haji Padri Musa akhirnya Rian berhasil mengucapkan dua kalimat syahadat setelah diulang beberapa kali.

Sebelum mengucapkan dua kalimat Syahadat Ustadz bertanya,

“Dalam proses masuk islam apakah ada paksaan dari pihak manapun atau karena memang sudah niat dari diri sendiri” kata ustad

Saat itu juga Rian menjawab,
“Ya semua ini dengan keinginan saya sendiri masuk islam dan memang sudah saya niatkan jauh hari dan Alhamdulillah semua sudah terlaksana walau pun sekarang saya masih dalam menjalani hukuman” Ujar Rian

Dalam kesempatan tersebut Kapolres Bangka AKBP Indra Kurniawan mengatakan, peristiwa ini merupakan suatu kebahagiaan bersama dengan saudara se Iman dan Islam. Sebab ini merupakan suatu pertanda Allah memberikan rahmat kepada yang hadir dan seluruh keluarga besar Polres Bangka serta masyarakat disekitar Polres Bangka.

“Mudahan mudahan ini menjadi tanda tanda keberkahan yang diberikan oleh Allah SWT dan dengan pertanda seperti ini marilah kita semakin meningkatkan ketaqwaan kepada Allah SWT dan ibadah kita kpd Allah SWT,” Ujar Kapolres.

Sementara itu Kasat Tahti Polres Bangka Iptu Azhar menjelaskan, pihaknya selalu memberikan pengawasan dan berusaha membimbing para tahanan untuk bertobat dan beribadah sesuai agamanya.

Bagi yang muslim diberikan himbauan untuk selalu beribadah bersama. Seperti mengaji, sholat 5 waktu berjamaah dan tak henti berdoa serta diberikan ceramah atau tauziah agama yang menghadirkan ustadz.

“Semua kita lakukan dalam ruang tahanan di lorong untuk melakukan bimbingan ibadah terkadang kita mendatangkan ustadz dalam meberikan tausiah sehingga kedepannya para tahanan menjadi lebih baik”,ujar Iptu Azhar.

(Aef)