Daerah

Sengketa Koperasi LJMS dengan PT AJB Temukan Titik Terang

Avatar of Raden Media
12
×

Sengketa Koperasi LJMS dengan PT AJB Temukan Titik Terang

Sebarkan artikel ini
Sengketa Koperasi LJMS dengan PT AJB Temukan Titik Terang

KETAPANG, RADENMEDIA.ID – Sekitar dua puluh hari aktivitas PT Agra Jaya Baktitama (AJB) dihentikan, wilayah Desa Lanjut Mekar Sari Kecamatan Sungai Laur Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat.

Yohanes Tehadi Efendi selaku Ketua Umum Koperasi Lanjut Jaya Makmur Sejahtera (LJMS) mengatakan, bahwa pada (4/8) portal adat akan dibuka kembali, setelah kemarin (3/8/23) melakukan mediasi lanjutan yang berlangsung di Kantor Camat Sungai Laur.

“Hadir diantaranya, Kadis Pertanian Peternakan Perkebunan Kabupaten Ketapang beserta jajaran terkait, serta Forkopimcam Sungai Laur sebagai mediator terkait permasalahan tuntutan koperasi LJMS yang bermitra dengan PT AJB,“ kata Tehadi.

Tehadi berharap, pada pihak perusahaan untuk tidak mengingkari notulen rapat hari ini. Jika perusahaan berbohong kami Koperasi LJMS akan bertindak lebih dari yang kami lakukan sekarang.

Ditambahkan Suhermanto, S.H, Ketua Satu Koperasi LJMS, kesimpulan rapat lanjutan pembahasan kerugian Koperasi LJMS yang bermitra dengan PT AJB ada delapan poin diantaranya, kebun kemitraan seluas 330 hektar harus dikelola dengan baik sesuai standard agronomi, kekurangan lahan 36%, lahan kemitraan yang belum layak produksinya diambil dari kebun inti, mulai September 2023 sampai kebun yang belum layak tersebut, hingga layak sesuai standard teknis, dan sebagainya.

“Kepada pihak perusahaan konsisten dengan kesepahaman yang disaksikan pihak dinas dan pihak forkopimcam. Agar di kemudian hari hubungan mitra kerja antara koperasi LJMS semakin baik pada PT AJB,“ harap Suhermanto.

Sengketa Koperasi LJMS dengan PT AJB Temukan Titik Terang

Di sela-sela itu, Camat Sungai Laur Romanus Romawi, S.E., M.AP, memberikan pesan keras pada PT AJB yaitu perusahaan PT AJB berjalan sendiri tanpa melibatkan DAD dan Forkopimcam Sungai Laur.

“Dan untuk memindahkan Suandi dari Sungai Laur karena sebagai humas. Suandi selalu miskomunikasi,“ jelas Camat.

Di waktu itu juga, Kapolsek Sungai Laur Iptu Daljuri menghimbau, ke depannya kordinasi harus di tingkatkan oleh perusahaan terhadap Desa, Forkopimcam dan Tokoh Adat.

“Atari dalam acara rapat ini titik temu tidak berlarut-larut. Serta berterima kasih juga pada koperasi LJMS selama aksi itu tidak ada tindakan anarkis, sehingga sampai hari ini keadaan di lapangan masih kondusif,“ terang Kapolsek.

Saat diwawancarai, Kadis Pertanian Peternakan dan Perkebunan Kabupaten Ketapang mengatakan, semuanya tercantum dalam notulen rapat dan bisa dijelaskan Ketua Koperasi.

(Roesliyani)