Scroll untuk baca artikel
Girl in a jacket
Kriminal

Polda Riau Ciduk Pelaku Pengeroyokan Terhadap Wartawan di SPBU

Avatar of Raden Media
8
×

Polda Riau Ciduk Pelaku Pengeroyokan Terhadap Wartawan di SPBU

Sebarkan artikel ini
Polda Riau Ciduk Pelaku Pengeroyokan Terhadap Wartawan di SPBU

PEKANBARU, RADENMEDIA.ID – Polda Riau menciduk pelaku pengeroyokan terhadap wartawan tepatnya di area atau pekarangan SPBU.14.292.645 Selensen Kecamatan Kemuning jalan lintas Sumatera Riau.

Oknum Manager SPBU.14.292.645 Selensen yang diduga telah melakukan pengeroyokan tersebut bernama inisial AR,A bersama kawan-kawannya, inisial AD dan bersama pelaku lainnya. Pengeroyokan tersebut, yang sengaja direncakan oleh pelaku yang berkerja sebagai Manager di SPBU.14.292.645 Selensen Kecamatan Kemuning.

Kedua Orang tersebut, yang diduga pelaku pengeroyokan terhadap wartawan ini sudah ditahan oleh Tim Polda Riau, salah satunya pelaku berinisial AR dan AD.

Dijelaskan oleh AS selaku korban kepada para RadenMedia.id, atas kejadian tersebut tepatnya di dalam halaman SPBU.14.292.645 Selensen Kecamatan Kemuning, tepatnya di jalan lintas Jambi, Riau pada hari Senin malam, 05 Juni 2023.

Sampai saat ini pelaku pengeroyokan terhadap wartawan masih mendekam di sel tahanan Mapolda Riau.

Saat di konfirmasi oleh para awak Media kepada korban inisial AS, mengetahui bahwa pelaku sudah ditahan karena diberitahu oleh Penyidik Krimum Polda Riau.

“Kedua pelaku sudah ditahan di Sel Tahanan Polda Riau, sejak tanggal 26 Juni 2023,“ jelas AS atas keterangan dari penyidik Polda Riau, Ahad (12/8/2023).

Pelaku pengeroyokan terhadap Wartawan di SPBU.14.292.645 Selensen Kecamatan Kemuning dikenakan pasal 170 KUH Pidana, dengan bunyi, barang siapa melakukan kekerasan terhadap orang, baik terhadap barang dengan sengaja tenaga bersama-sama dilakukan di muka umum, ancaman kurungan penjara selama 7 tahun dan bisa sampai 9 tahun bahkan 15 tahun penjara.

“Dua orang pelakunya sudah dilakukan penahanan dan ditetapkan sebagai tersangka lebih kurang 1 bulan terhitung sejak tanggal 04 Juli 2023 senin lalu, dan beberapa pelaku lainnya masih dalam pengejaran Polisi, dan pelaku tersebut dapat ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO) dan berkas sudah dilimpahkan ke Kejati Riau,” terang Korban.

(Redpel)