NewsDaerah

Lobang Jalan Mahawa Kambuh Lagi, LSM dan Pengguna Jalan Angkat Bicara!

Avatar of redaksi
68
×

Lobang Jalan Mahawa Kambuh Lagi, LSM dan Pengguna Jalan Angkat Bicara!

Sebarkan artikel ini
IMG 20240128 212855

KETAPANG, RADENMEDIA.ID – Jalan dan jembatan merupakan infrastruktur yang wajib di bangun dengan sebaik mungkin.agar bisa di pakai dan di gunakan dalam jangka waktu yang panjang.

Namun acap kali kita temukan pembangunan jalan dan jembatan yang di bangun menggunakan anggaran keuangan negara,di kerjakan asal jadi saja.sehingga azas manfaat dari pembangunan itu tidak bisa di rasakan masyarakat dalam jangka lama.

Ini yang menjadi keluh kesah pengguna jalan,seperti terlihat di lihat wilayah kekurak Desa Mahawa kecamatan Tumbang Titi kabupaten Ketapang Kalbar.

Lobang jalan itu semakin dalam dan tergenang air,ketika ada satu unit mobil yang nyangkut/amblas maka antrian panjang kendaraan terjadi.Apalagi mobil yang nyangkut jenis truk bermuatan berat, terpantau (28/91/2024).

IMG 20240128 WA0074

Anggota LAKI kabupaten Ketapang sebut Otong,di area desa Mahawa kecamatan Tumbang Titi ini banyak perusahaan kelapa sawit dan Perusahaan pertambangan,namun merawat satu lobang jalan di Mahawa saja tidak sanggup,kemana CSR perusahaan dan bina desa perusahaan,” tanya Otong.

“Jalan itu satu satunya akses semua perusahaan yang berinvestasi di wilayah jelai hulu ,Marau ,air upas,singkup,manis mata, Karena semua alat berat di mobilisasi melalui jalan Mahawa Tanjung ini,” terang Otong.

Otong berharap Agar Pemda kabupaten Ketapang dalam hal ini Bupati Ketapang,untuk segera mengeluarkan patwa pada pihak perusahaan.agar perusahaan yang merasa melewati lobang jalan di kekurak Mahawa bisa melakukan penimbunan dengan segera,sebelum menelan korban jiwa,” pinta Otong.

Di tempat yang sama Yono seorang pengguna jalan menambahkan,ia sebagai driver/supir ekspedisi di sini pernah bermalam, Gegara ada mobil yang nyangkut/amblas.

Seperti saat ini jika truk yang bawa unit berat itu nyangkut maka semua kendaraan yang antri ini tetap bertahan,” papar Yono.

“Kami supir supir ekspedisi, sudah sering tak makan di jalan gegara amblas,belum lagi barang barang dagangan yang kami bawa acap kali bongkar terlambat, padahal masalahnya saat ini di pandang sepele.

Hanya satu lobang jalan di kekurak Mahawa ini, membuat perjalanan memakan waktu berhari-hari, yang paling parahnya kami para supir selalu di tanya pihak pengirim dan penerima “kok gak sampai sampai bang???Celoteh Yono,” bercanda pada jurnalis mengakhiri pembicaraan.

(Roesliyani)