Scroll untuk baca artikel
Banner atas
HukumNews

Korban Laka Tunggal Jalan Berlobang di Panggil Ke Polres Ketapang

Avatar of redaksi
160
×

Korban Laka Tunggal Jalan Berlobang di Panggil Ke Polres Ketapang

Sebarkan artikel ini
IMG 20240205 WA0043

KETAPANG, RADENMEDIA.ID – Berdasarkan surat pengaduan korban Supriadi tentang dugaan tidak pidana kecelakaan lalu lintas sebagaimana dimaksud dalam pasal 273 ayat(1) UU LLAJ dan sebagaimana dimaksud dalam pasal 24 ayat(1). Sesuai surat penerimaan pengaduan Nomor:STPP/04/I/2024 terbit pada tanggal 3 januari 2024.

Korban suami istri di panggil ke polres Ketapang Dengan surat nomor:B / 106 & 107 / II / RES.1.24./2024 / RESKRIM-III, perihal undangan wawancara klarifikasi perkara, Rujukan surat penyelidikan Nomor SP.Lidik/18/I/RES.1.24/2024/Reskrim-III, tanggal 8 Januari 2024.

Korban Laka Tunggal Supriadi dan istri diminta hadir memberikan keterangan dan menemui penyelidik polres Ketapang Kalbar pada (05/02/2024) pukul 09:00 Wib,diruangan unit III(Tipidkor) satuan Reskrim Polres Ketapang,” Ucap Supriadi pada media ini.

Supriadi dan istri sudah memberikan keterangan di polres ketapang, Ia berharap agar kedepannya, jalan maupun jembatan Khususnya di kalimantan barat yang rusak dan berlobang agar segera di perbaiki supaya tidak terjadinya kecelakaan lalu lintas di jalan yang di akibatkan jalan rusak dan berlobang,” pinta Supriadi.

IMG 20240205 WA0044

Di lain kesempatan” Tim Investigasi dan Analisis Korupsi (TINDAK) Indonesia, angkat bicara bahwa kuat dugaan bahwa dinas terkait (pemilik jalan) DPUTR Ketapang melakukan pembiaran atau lalai terhadap jalan rusak dan berlobang yang ada di dalam kota ketapang, jangan bicara jalan yang menuju ke daerah pedalaman (luar kota) sedangkan dalam kota saja banyak jalan rusak dan berlobang,” keluh Mustakim. 

“Di tahun 2022 dinas PUTR ketapang telah di periksa oleh kejaksaan negeri ketapang terkait dugaan tidak pidana penyimpangan Dana Swakelola Pemeliharaan Jalan dan Jembatan di Dinas PUTR Tahun Anggaran 2021, berdasarkan surat Penyidikan Nomor:01/O.1.13/Fd.2/03/2022 tanggal 09 Maret 2022. namun sampai saat ini proses tindak lanjut dari penyidikan kejaksaan negeri ketapang tidak jelas atau diduga telah di peti es kan oleh kejaksaan negeri ketapang,” pungkas mustakim.

(Roesliyani)