Daerah

Konservasi LH Tanam Puluhan Bibit Buah Alpukat di Wisata Alam Edukasi Rejosari

Avatar of Raden Media
3
×

Konservasi LH Tanam Puluhan Bibit Buah Alpukat di Wisata Alam Edukasi Rejosari

Sebarkan artikel ini
Konservasi LH Tanam Puluhan Bibit Buah Alpukat di Wisata Alam Edukasi Rejosari
Lembaga Konservasi Lingkungan Hidup tanam Puluhan Bibit Alpukat di Destinasi Wisata Alam Edukasi Sumber Darmo Lalangan Rejosari

BANYUWANGI, RADENMEDIA.ID – Sebagai bentuk rasa kepedulian terhadap Sumber Daya Alam (SDA), Lembaga Konservasi Lingkungan Hidup Kabupaten Banyuwangi Bersama Pemerintah Desa (Pemdes) tanam Puluhan bibit buah alpukat di Wisata Alam Edukasi Sumber Darmo, Lalangan, Dusun Watu Ulo, Desa Rejosari, Kecamatan Glagah, Sabtu (29/7).

Disampaikan Ketua Lembaga Konservasi Lingkungan Hidup Kabupaten Banyuwangi, Edhi Prasetyo, S.H, mengatakan, sejumlah tanaman buah yang tertanam di beberapa titik area wisata alam edukasi sumber Darmo Lalangan diantaranya alpukat, Matoa, nangka, Durian dan pohon kelapa jenis genjah enthok.

Sejumlah tanaman tersebut selain memperindah juga menghasilkan yang nantinya bisa diproses produksi sebagai minuman Syrup sari buah.

“Pada 4 tahun yang lalu konservasi sudah memproduksi minuman kesehatan rempah dan herbal hingga melakukan pembibitan, penanaman dan pendampingan UMKM. Untuk saat ini Lembaga Konservasi secara bertahap akan memproduksi aneka minuman Sehat terutamanya bahan baku dari buah – buahan segar. Salah satunya Syrup Buah Naga, Syrup Salak, Syrup Ginseng, Syrup Jambe dan ada 10 item produk Syrup yang di kolaborasi dengan tanaman rempah seperti jahe merah, Syrup Pala dan Syrup buah markisa,” ungkapnya.

Ke depan, Lembaga Konservasi akan terus melakukan inovasi dan bersinergi dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat untuk pengoptimalan ketahanan pangan yang berkelanjutan.

Hal tersebut termotivasi, pada penyerapan Realisasi ketahanan pangan yang ada di desa-desa yang mayoritas terputus tidak berkelanjutan. Dan hanya sebatas anggaran bantuan dari Dana Desa (DD) tersebut terserap begitu saja tanpa dibekali dengan reproduksi produk.

“Awal bulan Agustus ini, Lembaga Konservasi LH akan mempersiapkan penanaman tanaman buah dan merintis Agro Buah Organik yang ditempatkan di Dusun Krajan, Desa Pondoknongko, Kecamatan Kabat,” imbuhnya.

(Tyo)